Minggu, 02 Oktober 2011
Bentuk-bentuk Surat
Jumat, 30 September 2011
Dermawan Misterius Tinggalkan Duit Rp 1 Miliar di Toilet
Jumat, 01 Juli 2011
Daftar Riwayat Hidup
Nama : Hana Alfiyanthi
Jenis kelamin : Perempuan
Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 04 November 2011
Kewarganegaraan : Indonesia
Status perkawinan : Belum Menikah
Tinggi, berat badan: 165 cm, 51 kg
Kesehatan: Sangat Baik
Agama: Islam
Alamat lengkap: Jalan Jatipadang Utara No.2 Rt 001/Rw 07, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Telepon, HP: 021 - 78836269, HP = 085693897084
E-mail: alfieyayaya@ymail.com
Pendidikan
» Formal
1996 - 2002: SD 06 Jatipadang
2002 - 2005: SMP Bhakti Tugas
2005 - 2008: SMU Suluh
2008 - Sekarang: Program Sarjana (S-1) Sistem Informasi Universitas Gunadarma, Jakarta
» Non Formal
2007 - 2008: Kursus Bahasa Inggris di LBA LIA, Jakarta
Kemampuan
1.Kemampuan Komputer (MS Word, MS Excel, MS Power Point, MS Access).
2.Kemampuan Internet.
Surat Lamaran Kerja
Hal : Lamaran Pekerjaan
Kepada Yth.,
HRD
Di
Tempat
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Hana Alfiyanthi
Tempat / Tgl Lahir : Jakarta, 04 November 1990
Alamat : Jl. Jatipadang Utara No.2 Rt 001/RW 07, Pasar Minggu, Jakarta Selatan - 12540
No Telp : 085693897084
Dengan ini saya mengajukan surat lamaran pekerjaan kepada perusahaan yang Bapak / Ibu pimpin. Semoga Bapak / Ibu dapat menerima dan memposisikan saya di posisi yang tersedia.
Sebagai bahan pertimbangan, bersama surat ini saya lampirkan beberapa berkas :
Demikian surat permohonan kerja ini saya buat. Besar harapan saya untuk dapat bergabung dengan perusahaan yang Bapak / Ibu pimpin. Atas perhatian serta pertimbangan Bapak / Ibu, saya ucapkan terima kasih.
Hormat Pemohon
Hana Alfiyanthi
Kamis, 26 Mei 2011
Tugas Bahasa Indonesia (Proposisi dan Abstrak)
Soal Bahasa Indonesia (Februari 2011)
Buat kelompok maksimal 3 mahasiswa dan diskusikan soal dengan rekan satu kelompok
Nama Kelompok :
1. Feby Nurtriandini (10108799)
2. Hana Alfiyanthi (10108901)
3. Tri Wahyuningsih (11108970)
Kelas : 3KA09
I. Tentukan bentuk proposisi yang tepat pada pernyataan di bawah ini!
- Bahasa adalah sarana penalaran
Merupakan bentuk proposisi Affirmasi Universal (A) yang berarti mengiyakan proposisi untuk kuantifikator yang bersifat universal (seluruh kelas subjek bahasa), karena semua kelas bahasa merupakan saranan penalaran, baik bahasa verbal ataupun bahasa non verbal.
- sifat kuantitatif matematika meningkatkan daya prediksi ilmu.
Merupakan bentuk proposisi Negatif Universal (E) yang berarti menyangkal proposisi untuk kuantifikator yang bersifat universal (seluruh kelas subjek sifat kuantitatif matematika), karena tidak seluruh sifat kuantitatif matematika dapat meningkatkan daya prediksi ilmu.
- Bagaimana peranan bahasa dalam proses penalaran?
- Semoga saja penelitian ini berhasil!
Kedua kalimat diatas bukan merupakan preposisi karena fakta yang menentang kebenarannya.
II. Temukan kalimat abstrak dalam bahasa logika predikat untuk kalimat bahasa manusia berikut ini :
a. Untuk semua manusia, tidak ada manusia yang abadi
(∀ x) (if p(x) then (not q(x)))
p merupakan simbol predikat dengan arity 1 merepresentasikan relasi manusia, q merupakan simbol predikat dengan arity 1 merepresentasikan relasi abadi.
b. Socrates adalah manusia
p(a)
a adalah simbol konstan yang merepresentasikan socrates, p sama dengan soal 1.a
c. Jika socrates adalah manusia dan Untuk semua manusia, tidak ada manusia yang abadi maka socrates tidak abadi.
f (p(a) and (∀ x) (if p(x) then (not q(x))) ) then (not q(a))
d. Jika semua bilangan prima adalah bilangan ganjil maka beberapa bilangan genap adalah bilangan prima.
if (∀ x) (if prime(x) then ganjil(x)) then (∃ x) (if genap(x) then prime(x))
Sumber :
http://logmat.freeservers.com/logika_predikat_dasar.html
Suatu Model Kaidah Pemenggalan Suku Pertama pada Kata Bahasa ndonesia : Kasus Pada Huruf Awal B
Tugas k-4 Bahasa Indonesia Menganalisa tulisan Suatu Model Kaidah Pemenggalan Suku Pertama pada Kata Bahasa ndonesia : Kasus Pada Huruf Awal B
Nama Kelompok :
1. Hana Alfiyanthi (10108901)
2. Feby Nurtriandini (10108799)
3. Tri Wahyuningsih (11108970)
Kelas : 3KA09
Pendahuluan
Pada Pendahuluan masih terdapat kesalahan diantaranya :
- Pada pendahuluan kalimat pertama terdapat kesalahan yaitu pada kata “orang” dapat diganti dengan “manusia”.
- Diawal kalimat setelah titik tidak boleh ada kata hubung seperti kalimat ini. “Sedangkan IR adalah ilmu yang berkaitan dengan representasi, penyimpanan, pengelolaan, dan pengaksesan terhadap informasi”.
Isi
Pada isi artikel ini juga masih terdapat kesalahan yaitu didalam tulisan banyak penggunaan kata ganti orang ketiga seperti “kita”.
Kesimpulan
Pada bagian Kesimpulan, tidak terdapat kesalahan karena penulis sudah menjawab Tujuan dari penelitian yang telah dilakukan.Tetapi tidak terdapat Saran pada penulisan ini.
Referensi
Konferensi Internasional Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing
Tugas k-4 Bahasa Indonesia Menganalisa tulisan Konferensi Internasional Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing
Nama Kelompok :
1. Hana Alfiyanthi (10108901)
2. Feby Nurtriandini (10108799)
3. Tri Wahyuningsih (11108970)
Kelas : 3KA09
Abstrak
1. 1. Pada bagian abstrak tidak ditulis secara miring / italic
2. 2. Diawal kalimat tidak boleh ada kepanjangan BIPA
Pendahuluan
Kemampuan menyandingkan kata dalam berbahasa, baik secara lisan maupun secara tertulis merupakan kemampuan yang sangat diperlukan untuk menghasilkan tuturan atau tulisan yang baik dan wajar. Tuturan atau tulisan yang wajar adalah tuturan atau tulisan yang mengandung sanding kata yang menurut penutur asli bahasa yang bersangkutan wajar atau lazim. Namun, umumnya pemelajar bahasa asing sering mengalami kesulitan untuk memprediksi apakah sanding kata yang dihasilkannya memenuhi syarat kewajaran atau tidak.
Kesulitan memilih sanding kata yang tepat, baik sanding kata leksikal maupun sanding kata gramatikal dialami pemelajar bahasa Indonesia sebagai bahasa asing. Hal ini mungkin disebabkan karena pemelajar BIPA cenderung menerjemahkan bahasa ibunya secara harfiah ke dalam bahasa Indonesia
Isi :
Arti sanding kata diperoleh dari kata-kata itu secara individual, tetapi kalau salah satu kata diganti dengan kata yang mirip, kemungkinan sanding kata itu menjadi tidak wajar dan tidak berterima. Misalnya, bila pada sanding kata ’meluangkan waktu’, kata ’waktu’ digantingkan dengan ’masa’—yang bersinonim dengannya, sehingga menjadi ’meluangkan masa’, maka sanding kata ’meluangkan masa’ tidak lazim dalam bahasa Indonesia. Setiap bahasa mempunyai keteraturan sanding katanya masing-masing
Untuk mencari sanding kata, bila pemelajar BIPA hendak mengetahui kata apa saja dapat bersading dengan kata apa saja, pemelajar BIPA bisa langsung masuk ke Google dan mengetik kata tersebut dan menambahkan tanda asterik (*) sebelum dan/atau sesudah kata yang bersangkutan.
Kesimpulan dan Saran
Salah satu masalah terbesar yang dihadapi pemelajar BIPA adalah kemampuan menggunakan sanding kata bahasa Indonesia dengan tepat. Hal ini disebabkan karena sanding kata bahasa ibu pemelajar tidak bisa diterjemahkan secara harfiah ke bahasa Indonesia.
Untuk mengatasi masalah sanding kata yang dihadapi pemelajar BIPA, mesin pencari Google, sebagai penyedia korpus sanding kata bahasa Indonesia, dapat dimanfaatkan dengan sangat mudah.Tugas Bahasa Indonesia (Jurnal)
Nama : Hana Alfiyanthi (10108901) Feby Nurtriandini (10108799)
Tri Wahyuningsih (11108970)
Kelas : 3 KA 09
*Judul diambil dari Koran UG JURNAL tahun 2010 halaman 18-21 yang bertemakan “Arsitektur Interoperabilitas Data Berbasis Ontology dan Mapping “ *
1. Pada Bagian ABSTRAK
Tidak terdapat kesalahan pada bagian Abstrak, karena penulisannya sudah sesuai dengan ketentuan penulisan, yaitu :
· Terdapat satu paragraf
· Terdapat Tujuan yang berisi tentang pencarian informasi dari berbagai sumber yang memiliki keragaman bentuk format dan penyajian informasi.
· Terdapat Metode Penelitian yang berisi tentang keberagaman representasi data dari sumber yang berbeda, dan penyediaan Common Ontology ke pengguna yang merupakan skema untuk sintesis data melalui proses query.
· Terdapat Hasil yang berisi tentang mengusulkan suatu arsitektur untuk menghasilkan proses querty rewriting.
· Terdapat Kata Kunci yang berisi Common Ontology, Interoperabilitas, Semantic web, Query Rewriting.
2. Pada Bagian PENDAHULUAN
Tidak terdapat kesalahan pada bagian Pendahuluan, karena penulisannya sudah sesuai dengan ketentuan penulisan, yaitu :
· Terdapat Latar Belakang yang singkat dan padat yang terdapat pada paragraph 2 baris ke 4 sampai baris ke 9.
· Terdapat Tujuan yang terdapat pada paragraph 4.
· Terdapat Penelitian Sejenis yang terdapat pada paragraf 5 (Wiederhold,1992 dan Sheth,1999).
3. Pada Bagian TINJAUAN PUSTAKA
Tidak terdapat kesalahan pada bagian Tinjauan Pustaka, karena penulisannya sudah sesuai dengan ketentuan penulisan, yaitu :
· Terdapat Teori Penting yang sudah tercantum nama penulis tesis, yaitu Wulandari.
· Terdapat Hasil Penelitian yang berisi tentang hasil dari Pemetaan LAV dan GAV yaitu menggambarkan semua pemetaan yang sesuai antara CO dan Schema sumber data.
4. Pada Bagian HASIL dan PEMBAHASAN
Sudah dibuat Data dalam bentuk ringkas secara sub-bab dan terdapat hasil.Serta terdapat Landasan Teori.
5. Pada Bagian KESIMPULAN dan SARAN
Pada bagian Kesimpulan, tidak terdapat kesalahan karena penulis sudah menjawab Tujuan dari penelitian yang telah dilakukan.Tetapi tidak terdapat Saran pada penulisan ini.
6. Pada Bagian DAFTAR PUSTAKA
Pada Daftar Pustaka tidak terdapat kesalahan karena tata letak penulisan Tahun Penerbit Buku,Penulis, dan Kota Penerbit sudah tepat.
Catatan : Dalam Jurnal Naskah ini terdapat kesalahan, yaitu tidak dicantumkannya Metode Penelitian.
Sumber : UG Jurnal
Minggu, 17 April 2011
Procedure pada PL/SQL
• Pengertian Procedure pada PL/SQL
PROCEDURE adalah tempat mengontrol blok, berisi perintah dengan kondisi tertentu dan juga perintah SQL. Dan juga merupakan sebuah blok PL/SQL yang dapat berdiri sendiri serta dikompilasi untuk selanjutnya masuk ke dalam skema database. Nama procedure yang dibuat kemudian menjadi objek dengan tipe procedure. Procedure akan dieksekusi pada saat pemanggilan setelah sebelumnya dibuat terlebih dahulu
• Bentuk umum :
CREATE OR REPLACE PROCEDURE
nama_procedure
(parameter_1 tipe_data, … ) AS
variabel_1 tipe_data;
…
BEGIN
statemen_1;
…
END;
· Contoh Procedure
SET SERVEROUTPUT ON
CREATE OR REPLACE PROCEDURE hitung_luas_segitiga AS
alas NUMBER(5);
tinggi NUMBER(5);
luas NUMBER(10);
BEGIN
alas := 3;
tinggi := 6;
luas := (alas * tinggi) / 2;
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(‘LUAS = ‘ || luas);
END;
/
…………………………………
EXECUTE hitung_luas_segitiga;
Rabu, 06 April 2011
Kondisi pada PL/SQL
1. KONDISI
KONDISI adalah struktur yang terdiri dari perintah-perintah IF dan CASE.Terdapat tiga bentuk perintah-perintah IF: IF-THEN, IF-THEN-ELSE, dan IF-THEN-ELSE-IF.
2. Macam-macam kondisi & bentuk umum :
a. Perintah IF-THEN
Bentuk umum :
IF condition THEN
sequence_of_statements
END IF;
Rangkaian perintah-perintah dieksekusi hanya jika
kondisi adalah true. Jika kondisi bernilai false atau null, perintah IF tidak melakukan apa-apa. Dalam salah satu kasus, kontrol berlalu kepada perintah selanjutnya.
b. Perintah IF-THEN-ELSE
Bentuk umum :
IF condition THEN
sequence_of_statements1
ELSE
sequence_of_statements2
END IF;
Rangkaian perintah-perintah dalam klausa ELSE dieksekusi hanya jika kondisi bernilai false atau null. Jadi, klausa ELSE memastikan bahwa rangkaian perintah-perintah tersebut dieksekusi.
c. Perintah IF-THEN-ELSE-IF
Bentuk umum :
IF condition1 THEN
sequence_of_statements1
ELSIF condition2 THEN
sequence_of_statements2
ELSE
sequence_of_statements3
END IF;
Jika kondisi pertama bernilai false atau null, klausa ELSIF akan menguji kondisi lainnya. Perintah IF dapat memiliki sejumlah klausa ELSIF; klausa final ELSE bersifat opsional (bisa digunakan atau tidak). Kondisi-kondisi dievaluasi satu demi satu dari atas ke bawah. Jika suatu kondisi bernilai true, rangkaian perintah-perintah yang ada di dalamnya dieksekusi dan kontrol akan menuju ke perintah selanjutnya. Jika seluruh kondisi bernilai false atau null, maka rangkaian perintah-perintah di dalam klausa ELSE yang akan dieksekusi.
d. Perintah CASE
Seperti halnya perintah IF, perintah CASE menyeleksi satu rangkaian perintah-perintah untuk dieksekusi. Namun, untuk menyeleksi rangkain perintah-perintah tersebut, perintah CASE menggunakan penyeleksi, bukannya menggunakan banyak ekspresi-ekspresi Boolean.
Bentuk umum :
[<>]
CASE selector
WHEN expression1 THEN sequence_of_statements1;
WHEN expression2 THEN sequence_of_statements2;
…
WHEN expressionN THEN sequence_of_statementsN;
[ELSE sequence_of_statementsN+1;]
END CASE [label_name];
2. Contoh Program Sederhana menggunakan kondisi :
SET SETVEROUTPUT ON
DECLARE
J NUMBER;
JUM VARCHAR(20);
BEGIN
SELECT COUNT(*) INTO J FROM TAB;
IF J=1 THEN
JUM := ’SATU’;
ELSIF J=2 THEN
JUM := ’DUA’;
ELSIF J=3 THEN
JUM := ’TIGA’;
ELSIF J=4 THEN
JUM := ’EMPAT’;
ELSIF J=5 THEN
JUM := ’LIMA’;
END IF;
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(‘JUMLAH TABEL = ’||J||’ (’||JUM||’)’);
END;
/
a. Contoh Case dalam PL/SQL
SET SETVEROUTPUT ON
DECLARE
J NUMBER;
JUM VARCHAR(20);
BEGIN
SELECT COUNT(*) INTO J FROM TAB;
JUM := CASE J
WHEN 1 THEN ’SATU’
WHEN 2 THEN ’DUA’
WHEN 3 THEN ’TIGA’
WHEN 4 THEN ’EMPAT’
WHEN 5 THEN ’LIMA’
END;
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(’JUMLAH TABEL = ’||J||’ (’||JUM||’)’);
END;
/
Perulangan pada PL/SQL
1. Perulangan pada PL/SQL
Perulangan
Perulangan (looping) adalah suatu blok yang memperbolehkan anda untuk mengulang statement-statement dalam sebuah blok PL/SQL.
Perulangan pada PL/SQL ada 3 macam, diantaranya :
a. Menggunakan Simple Loop
Perlu di deklarasikan kondisi awal perulangan, proses ini dikenal dengan proses inisialisasi nilai. dalam blok perulangan ini perlu di deklarasikn kondisi untuk berhenti,,, yaitu exit.
b. Menggunakan Statement For
Struktur ini biasanya digunakan untuk melakukan pengulangan yang banyaknya sudah diketahui dengan pasti.
c. Menggunakan Struktur While
Struktur ini memeriksa kebenaran kondisinya dibagian awal blok atau badan perulangan pengulangan ini mirip dengan struktur simple loop.
a. Bentuk Umum Perulangan
statement_1;
. . .
EXIT WHEN kondisi;
END LOOP;
+ Bentuk Umum Kondisi
IF kondisi THEN
statement_1;
. . .
b. Contoh program sederhana menggunakan perulangan pada PL/SQL
DECLARE
J INTEGER;
BEGIN
J := 0;
LOOP
J := J + 1;
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE ('Test Looping');
EXIT WHEN J = 10;
END LOOP;
END;
/


